Puisi

DENYUT SENI

D

Diva Revalia Citra Aurora

Diterbitkan pada 14 Jul 2026

Bayang batu kelam, angin berbisik berirama
Anak kecil menorah kata, pena buluh bernada
Debu dan doa melahirkan syair penuh drama

Kertas anyam serat rapuh di tangan waktu
Air diam di tepi, musim menangis pilu
Bunga harum menyapa kalbu
Seni tahu… puisi lahir saat hati patah seribu

Tak semua penyair bersemayam di singgasana
Rebah di pasir karyanya pun lenyap hampa
Namun bait mereka terukir nyata di batu pualam
Seperti dawai mendendang di bait terukir nyata

Saat dingin merenggut, bara unggun merapuh
Sejak terpahat di tulang, patah namun menjulang
Peramal tua menggores tinta di kain lusuh
Biar bintang tersadar manusia pernah berkobar

Denyut kata manis lembut memeluk
Ia luka yang ditenun menjadi nyanyian yang merasuk
Nar di lampu minyak, kitab kan luruh
Seni hidup tak pernah pudar

Saat kau tulis di langit kelam bermalam
Kau tabur benih sejarah, di tanah sunyi kelam
Seni tak perlu berguntur, cukup mengalun dalam
Bangunkan waktu dengan irama, abadi di hati insan
Seni adalah denyut yang mengalir hingga akhir zaman